Cari Blog Ini

Selasa, 25 Oktober 2011

Kalimat Majemuk

Kalimat Majemuk


Kalimat Majemuk adalah kalimat yang mempunyai dua pola kalimat atau lebih. Setiap kalimat majemuk mempunyai kata penghubung yang berbeda, sehingga jenis kalimat tersebut dapat diketahui dengan cara melihat kata penghubung yang digunakannya. Jenis-jenis kalimat majemuk adalah:
  1. Kalimat Majemuk Setara
  2. Kalimat Majemuk Bertingkat
  3. Kalimat Majemuk Campuran
  4. Kalimat Majemuk Rapatan

1.    Kalimat Majemuk Setara (Koordinatif)
      Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang pola-pola kalimatnya memiliki kedudukan yang sederajat. Berdasarkan kata penghubungnya (konjungsi), kalimat majemuk setara terdiri dari:
1)       Kalimat Majemuk Setara Penggabungan: Menggunakan kata penghubung `dan`
2)       Kalimat Majemuk Setara Penguatan: Menggunakan kata penghubung `bahkan`
3)       Kalimat Majemuk Setara Pemilihan: Menggunakan kata penghubung `atau`
4)       Kalimat Majemuk Setara Berlawanan: Menggunakan kata penghubung `tetapi`, `sedangkan`, `melainkan`
5)       Kalimat Majemuk Setara Urutan Waktu: Menggunakan kata penghubung `kemudian`, `lalu`, `lantas`
6)       Kalimat Majemuk Setara Sejalan (kata hubungnya dan, serta, lagi pula dll)

Ciri-ciri :
1)       Kedudukan pola-pola kalimat, sama derajatnya.
2)       Penggabungannya disertai perubahan intonasi.
3)       Berkata tugas/penghubung, pembeda sifat kesetaraan.
4)       Pola umum uraian jabatan kata : S-P+S-P 
             Misalnya:
Saya berangkat ke sekolah, sedangkan ibu pergi ke pasar.
Kalimat di atas berpola S-P-K, S-P-K. (sederajat)

2.    Kalimat Majemuk Bertingkat (Subordinatif)
      Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang mengandung dua pola kalimat atau lebih yang tidak sederajat atau penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya berbeda. Salah satu pola menduduki fungsi utama kalimat, yang lazimnya disebut induk kalimat (klausa atasan), sedangkan pola yang lain, yang lebih rendah kedudukannya, disebut anak kalimat (klausa bawahan). Anak kalimat timbul akibat perluasan pola yang terdapat pada induk kalimat. Fungsi itu sekaligus menunjukkan relasi antara induk kalimat dan anak kalimat.
Contoh: Induk Kalimat: Kemarin ayah mencuci motor.
Selanjutnya kata `kemarin` yang menduduki pola keterangan, diperluas menjadi anak kalimat yang berbunyi: Ketika matahari berada di ufuk timur.
Maka penggabungan induk kalimat dan anak kalimat berdasarkan kalimat di atas menjadi:
1)       Ketika matahari berada di ufuk timur, ayah mencuci motor, atau
2)       Ayah mencuci motor ketika matahari berada di ufuk timur.

Anak kalimat (klausa bawahan) dapat dibagi menjadi:
a)  Anak kalimat yang menduduki fungsi utama kalimat, yaitu anak kalimat subjek dan anak kalimat predikat, misalnya:
1)   Yang harus menyelesaikan pekerjaan itu telah meninggalkan tempat ini. (anak kalimat subjek)
2)    Ayah saya yang telah menyelesaikan pembangunan itu. (anak kalimat predikat)
b)   Anak kalimat yang menduduki salah satu fungsi pelengkap, yaitu anak kalimat objek, misalnya:
      Wali kelas telah mengumumkan bahwa kita semua harus hadir besok pagi. (anak kalimat objek)
c)    Anak kalimat yang menduduki salah satu fungsi tambahan yang renggang, yaitu anak kalimat keterangan subjek, anak kalimat keterangan predikat, anak kalimat keterangan objek, anak kalimat keterangan waktu, anak kalimat keterangan sebab, anak kalimat keterangan akibat, dan lain-lain. Misalnya:
1)    Siswa yang baru menempuh ujian berkumpul di halaman. (anak kalimat keterangan subjek)
2)    Wanita itu guru yang mengajar di SMU 78. (anak kalimat keterangan predikat)
3)    Ia telah memukul anak yang mencuri mangga. (anak kalimat keterangan objek)
4)    Sebelum matahari terbit saya berangkat ke sekolah. (anak kalimat keterangan waktu)
5)   Direktur perusahaan itu telah memecat seorang karyawannya karena menggelapkan uang perusahaannya. (anak kalimat keterangan sebab)
6)    Kakinya tersandung batu sehingga tidak dapat berjalan. (anak kalimat akibat)
Cara membuat majemuk bertingkat.

1.   Buatlah kalimat tunggal atau kalimat luas terlebih dahulu.
2.   Kembangkan salah satu jabatan kalimat menjadi klausa  bawahan (anak kalimat )sesuai dengan anak kalimat apa yg diinginkan.

Contoh :
Ansar akan menyunting seorang gadis minggu depan.
    S                     P                    O                     K

Kalimat diatas akan dijadikan bertingkat anak O
Ansar akan menyunting Wanita cantik yang bernama Mutia Rahman minggu depan
   s                       p                    S                         P           Pel                         K

Sumber: Tata Bahasa Rujukan Bahasa Indonesia, Gorys Keraf

3.    Kalimat majemuk campuran

     Yaitu gabungan antara kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Sekurang-kurangnya terdiri dari tiga kalimat.
Contoh: Dimas bermain dengan Rama, dan Salsa membaca buku di kamar, ketika aku datang ke rumahnya.
Pronomina atau kata ganti adalah jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina.
Contohnya adalah saya, kapan, -nya, ini.

Penggolongan

Cara pembagian kata ganti bermacam-macam tergantung rujukan yang digunakan.
Berikut adalah salah satu cara penggolongan pronomina.
1.    Kata ganti orang. Terbagi tiga dan dapat bersifat tunggal maupun jamak.
a.      Kata ganti orang pertama. Misalnya: saya, aku, kami, kita.
b.      Kata ganti orang kedua. Misalnya: engkau, kamu, kalian.
c.      Kata ganti orang ketiga. Misalnya: dia, beliau, mereka.
2.    Kata ganti pemilik. Misalnya -ku, -mu, -nya.
3.    Kata ganti penanya; berfungsi menanyakan benda, waktu, tempat, keadaan, atau jumlah. Misalnya apa, kapan, ke mana, bagaimana, berapa.
4.    Kata ganti petunjuk. Misalnya ini, itu.
5.    Kata ganti penghubung. Misalnya yang.
6.    Kata ganti tak tentu. Misalnya barang siapa.

Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

4.    kalimat majemuk rapatan.
       Kalimat majemuk setara yang hanya memiliki satu subjek atau satu predikat.
Misalnya:
a)   Adik memetik dan mengupas mangga itu.
b)   Joko dan Aditiya sedang bermain catur.


Kalimat



Kalimat, dari bahasa Arab, adalah satuan linguistik yang terkecil
yang bisa berdiri sendiri. Dalam bahasa Latin disebut sintaks atau 

 

Linguistik

Dalam linguistik, kalimat adalah satuan dari bahasa, atau arus
ujaran yang berisikan kata atau kumpulan kata yang memiliki pesan
atau tujuan dan diakhiri dengan intonasi final.

 

Kalimat tunggal

Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya mempunyai satu pola kalimat.

 

Kalimat majemuk

Kalimat majemuk adalah kalimat yang mempunyai dua pola kalimat atau lebih. Setiap kalimat majemuk mempunyai kata penghubung yang berbeda, sehingga jenis kalimat tersebut dapat diketahui dengan cara melihat kata penghubung yang digunakannya. Jenis-jenis kalimat majemuk adalah:
1.     Kalimat Majemuk Setara
2.     Kalimat Majemuk Bertingkat
3.     Kalimat Majemuk Campuran
4.     Kalimat Majemuk Rapatan

 

Kalimat majemuk setara

Kalimat majemuk setara yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya sejajar atau sederajat.
Berdasarkan kata penghubungnya (konjungsi), kalimat majemuk setara terdiri dari lima macam, yakni:
Konjungsi
Jenis
penggabungan
dan
penguatan/Penegasan
bahkan
pemilihan
atau
berlawanan
tetapi, sedangkan, melainkan
urutan waktu
kemudian, lalu, lantas
Contoh:
1.     Juminten pergi ke pasar. (kalimat tunggal 1)
2.     Norif berangkat ke bengkel. (kalimat tunggal 2)
§     Juminten pergi ke pasar sedangkan Norif berangkat ke bengkel. (kalimat majemuk)

 

Kalimat majemuk bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya berbeda. Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat unsur induk kalimat dan anak kalimat. Anak kalimat timbul akibat perluasan pola yang terdapat pada induk kalimat.
Berdasarkan kata penghubungnya (konjungsi), kalimat majemuk bertingkat terdiri dari sepuluh macam, yakni:
Konjungsi
Jenis
syarat
jika, kalau, manakala, andaikata, asal(kan)
tujuan
agar, supaya, biar
perlawanan (konsesif)
walaupun, kendati(pun), biarpun
penyebaban
sebab, karena, oleh karena
pengakibatan
maka, sehingga
cara
dengan, tanpa
alat
dengan, tanpa
perbandingan
seperti, bagaikan, alih-alih
penjelasan
bahwa
kenyataan
padahal
Contoh:
1.       Kemarin ayah mencuci motor. (induk kalimat)
2.       Ketika matahari berada di ufuk timur. (anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu)
§         Ketika matahari berada di ufuk timur, ayah mencuci motor. (kalimat majemuk bertingkat cara 1)
§         Ayah mencuci motor ketika matahari berada di ufuk timur. (kalimat majemuk bertingkat cara 2)

 

Kalimat majemuk campuran

Kalimat majemuk campuran yaitu gabungan antara kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Sekurang-kurangnya terdiri dari tiga kalimat.
Contoh:
1.     Toni bermain dengan Kevin. (kalimat tunggal 1)
2.     Rina membaca buku di kamar kemarin. (kalimat tunggal 2, induk kalimat)
3.     Ketika aku datang ke rumahnya. (anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu)
§                     Toni bermain dengan Kevin, dan Rina membaca buku di kamar, ketika aku datang ke rumahnya. (kalimat majemuk campuran)

 

Kalimat majemuk rapatan

Kalimat majemuk rapatan yaitu gabungan beberapa kalimat tunggal yang karena subjek, predikat atau objeknya sama maka bagian yang sama hanya disebutkan sekali.
Contoh:
1.       Pekerjaannya hanya makan. (kalimat tunggal 1)
2.       Pekerjaannya hanya tidur. (kalimat tunggal 2)
3.       Pekerjaannya hanya merokok. (kalimat tunggal 3)
4.       Pekerjaannya hanya makan, tidur, dan merokok. (kalimat majemuk rapatan)


Materi lain tentang Paragraf Eksposisi buka disini 


Tidak ada komentar: